Suwatno, ABK Korban Kapal Tenggelam Di Jepang Dikenal Sosok Peramah

Daerah285 Views

Rembang, Indonesianews.co.id

Sungguh naas dialami 11 ABK kapal Tanker berbendera Korea Selatan. Para pahlawan devisa itu 8 dinyatakan meninggal setelah di terjang badai di Perairan laut Jepang.

Kedelapan korban meninggal tersebut 6 orang ABK merupakan warga negara Indonesia, sedangkan dua warga ABK lainnya merupakan warga negera lain bernasib serupa.

Sedangkan 3 ABK lainnya, 2 dalam pencarian dan 1 di temukan kondisi masih hidup dan di bawa ke rumah sakit Jepang guna perawatan medis.

Kejadian menimpa ABK Kapal Tanker Korea Selatan tenggelam sehingga membuat Suwatno Korban asal Pandangankulon meninggal, Rabu (20-3-2024) lalu.

Dari beberapa sumber yang peroleh wartawan Indonesianews bahwa salah satu korban dari 8 orang ABK bernama Suwatno (55) asal desa Pandangankulon RT 06. RW 03.

Wartawan indonesianews berhasil menemui pihak keluarga korban. Dalam hal ini bertemu istri dan adik korban di Rumah duka, Sabtu (6-3-2024).

Parti (45) Istri Suwatno menuturkan bahwa suaminya berangkat dari rumah Pandangankulon menuju Korea tempat kerja tehitung 18 hari saat setelah terjadi musibah.

“Suami saya Suwatno berangkat dari rumah pada tanggal 2 Maret 2024 dan tiba di Jakarta tanggal 3 Maret 2024 dilanjutkan berangkat menuju Korea,” tutur Parti.

Sesampainya di Korea Suwatno sempat beristirahat dan menginap di sebuah hotel di Korea selama sekitar 10 hari. Dan dilanjut bekerja di sebuah kapal Tanker mengalami musibah.

Didampingi keluarga, saat di tanya apa ada firasat terhadap meninggalnya Suwatno, Parti dan saudara ipar mengaku tidak mendapat firasat sama sekali.

“Terus terang saya tidak mendapat firasat apapun sama sekali. Keluarga di rumah biasa – biasa saja,” ucap Parti perempuan beranak tiga itu.

Menurut adik kandung korban Supriyono (45) mengatakan bahwa kakaknya kerja di luar negeri cukup lama.

“Semenjak usia 17 tahun, kakak saya Suwatno sudah bekerja di pelayaran di luar negeri. Pernah bekerja di kapal Jepang dan terakhir bekerja di kapal Korea,” katanya.

Menurut Slamet Santosa, salah satu perangkat Desa Pandangankulon mengaku, di masa hidupnya Suwatno merupakan sosok yang baik hati, peramah dan tidak sombong.

“Dimasa hidupnya, sosok Suwatno itu merupakan warga yang baik. Dia peramah, santun, baik hati dan tidak sombong,” kata Slamet Santosa.

Suwatno merupakan warga negara Indonesia beralamatkan di desa Pandangankulon RT 06 RW 03 Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang Jawa Tengah.

(Trisno/Susilo/Rbg).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *