by

Kapal Electric Propulsion Mampu Hemat Biaya BBM

Jakarta, Indonesianews.co.id 

Kapal MV Iriana hari ini, Minggu, 17 Juli 2022 genap berusia lima tahun. Kapal cement carrier ini adalah kapal pertama dengan teknologi electric propulsion yang dibangun di Indonesia.

Pada saat dibangun, kapal ini memiliki teknologi teranyar dari industri kapal laut Indonesia. Dengan merogoh kocek sekitar US$20 juta dari PT Andalas Bahtera Baru merealisasi pembangunan kapal listrik ini dengan harapan dapat menghemat energi 10%-20% dibandingkan dengan kapal konvensional.

Dari sisi cost of operation pun, kapal ini memiliki biaya lebih rendah jika dibandingkan dengan kapal konvensional lain. “Saya bersyukur, selama lima tahun, kapal beroperasi dengan sangat memuaskan,” kata Haneco W. Lauwensi, CEO PT ABB.

Kapal listrik pertama di Indonesia ini ditenagai oleh empat generator. Dua generator besar masing-masing memiliki tenaga 1.720 kw dengan didamping dua generator kecil masing-masing 560 kw. Generator besar ini menggunakan bahan bakar MFO (marine fuel oil) berbeda dengan mayoritas kapal angkut konvensional yang menggunakan solar. Selain itu, polusi yang dihasilkan pun jauh menurun dibandingkan dari kapal konvensional dengan main engine sehingga terbilang sangat ramah lingkungan.

MV Iriana memiliki spesifikasi panjang 117 meter, lebar 25,5 meter, tinggi 7,9 meter, kedalaman ke air 6,3 meter, dan kecepatan 10 knot tersebut dikerjakan oleh 800 pekerja Indonesia dalam waktu kurang dari setahun. Selain mesin yang didatangkan dari Jepang, seluruh komponen kapal ini berasal dari dalam negeri.

Basilio Dias Araujo Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kementerian Maritim dan Investasi mengatakan perusahaan-perusahaan pelayaran nasional diharapkan mengikuti jejak PT ABB untuk membangun kapal yang dibutuhka di dalam negeri.

Dia menjelaskan Indonesia sebagai negara maritim yang sangat besar, memerlukan kemampuan yang mumpuni untuk membangun kapal. “Kita mendorong perusahaan lainya untuk membangun kapal di dalam negeri,” katanya saat memberi sambutan.

Menurut dia, jika makin banyak kapal yang dibangun di dalam negeri, semakin besar peluang Indonesia untuk lebih berkiprah di dunia internasional dan dapat mendukung terwujudnya Indonesia sebagai poros marirum. “Kapal ini tidak hanya membawa nama perusahaan, tetapi juga negara,” katanya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *