by

Antisipasi Mudik Kapolda : Rembang Ada Lima Penyekatan Dan Empat Pos Pelayanan

Rembang, Indonesianews.co.id

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lutfi kemarin melakukan kunjungan ke Rembang memonitor pemudik. Dalam kunjungan ini, sekaligus menetapkan penyekatan pemudik dari Jateng-Jatim yang akan dimulai 6 Mei Mendatang.

Kunjungan diawali dengan pertemuan tertutup dengan jajaran di Hotel Polos Rembang. Pertemuan berlangsung selama dua jam.

Dalam kunjungannya kali ini ada penandatanganan MOU dengan PT. Semen Gresik dilanjutkan dengan penandatanganan aplikasi E – Lapor.

Sejumlah pejabat tampak hadir mendampingi. Diantaranya Bupati Rembang Abdul Hafidz, Kapolres Rembang AKBP Kurniawan Tandi Rongre. Nampak juga Dandim 0720 Rembang Letkol Kav Wahyu Donan Sejati.

Di Rembang Kapolda juga menyempatkan ke Kecamatan Gunem melakukan kunjungan ke Pabrik Semen Gresik.

“Kunjungan kerja di Polres Rembang ini dalam rangka melakukan pengecekan kesiapan terkait kesiapan operasi ketupat Candi. Akan dilaksanakan sampai tanggal 6 Mei 2021,” jelas

Kapolda usai tanda tangan MOU dan launching E-Lapor. Polda menyebutkan persiapan mudik dilakukan di seluruh eks karesidenan Pati. Khususnya di pintu masuk Polda Jateng.

Akan dilakukan pengembalian masyarakat yang melakukan mudik.
Tentu tidak hanya di Pos pihaknya juga meminta Babinsa dan Babinkamtibmas melakukan pengecekan masyarakat yang mudik “Ini gunanya menekan covid. Khususnya di Jateng,” tengasnya.

Soal sanksi bagi pemudik yang nekat. Kapolda meminta untuk putar balik. “Pemberlakuan tanggal 6 Mei harus dikembalikan yang mudik pada saat berlaku operasi ketupat Candi,” tegasnya.

Saat ini baru diberlakukan upaya pencegahan. Sifatnya hanya mengingatkan dan mendidik.
“Rembang ada lima penyekatan nanti. Satu ada di Sarang. Selebihnya empat pos pelayanan dibatas kota,” ujarnya.

Kapolres Rembang AKBP Kurniawan Tandi Rongre menambahkan tentang aplikasi e- Lapor merupakan program anyar dari Polres Rembang. Inovasi ini memudahkan masyarakat melakukan laporan kehilangan kepada polres setempat.

“Saya berharap inovasi ini dapat diketahui masyarakat Rembang. Agar bisa dipahami oleh seluruh warga yang ada di desa – desa maupun kelurahan,” imbuhnya. (Sutrisno)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed