BLT dan Penanganan Covid -19, Serap Anggaran DD Paling Besar

Desa42 views

Rembang, Indonesianews.co.id

Masa pandemi covid-19 yang belum berakhir berpengaruh terhadap kebijakan perioritas anggaran  Dana Desa (DD). Realisasi DD untuk anggaran 2021 masih terfokus pada pemberian Bantuan Lansung Tunai (BLT)  kepada keluarga miskin sebagai dampak pandemi dan penanganan dampak yang belum bisa diprediksi kapan akan berakhir.

Dalam Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) di Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke Kabupaten Rembang Rabu (3/2/2021) tercatat anggaran DD 2021 sebesar Rp. 895.407.000,- dari dana tersebut  sejumlah Rp. 532.200.000,- terserap untuk pemberian BLT  sebanyak 162 kelurga miskin.

Disamping itu terkaiat covid anggaran juga terserap 8 %nya dari total anggaran itu, untuk penanganan covid -19 sebesar Rp. 71.000.000,-  Sedangkan untuk pembangunan fisik yakni pembangunan tebing sebesar Rp. 85.136.000,-. Selebihnya sisa anggaran tersebut sekitar Rp. 207.071 dialokasikan untuk berbagai kegiatan non fisik dan non covid -19.

Kades Sendangmulyo Asmuni mengatakan sebelum rencana alokasi anggaran DD 2021 ditetapkan dalam Musdesus, pihaknya telah mengadakan pramusdes. Dalam pramusdes itu telah diputuskan terkait rencana penggunaan anggaran DD anggaran 2021.

“Kami telah melaksanakan pramusdes sebelumnya, sehingga dalam Musdesus  hari ini tinggal menyempurnakan dan menetapkan saja,” kata kades dalam sambutannya.

Asmuni menjelaskan dampak pandemi covid -19 yang belum berakhir mempengaruhi kebijakan terhadap perioritas anggaran DD. Sehingga sebagian besar anggaran dialokasikan untuk BLT bagi keluarga miskin dan penanganan covid -19.

“Proyek pembangunan fisik hanya satu kegiatan saja yaitu pembangunan tebing. Selebihnya untuk kegiatan non fisik,” Jelasnya.

Plt Sekcam dan Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kecamatan Sluke M. Sholeh menjelaskan ada tujuh Desa di Kecamatan Sluke yang sudah mencairkan DD untuk tahap pertama ini, meliputi Desa Langgar, Blimbling, Pangkalan, Trahan, Jurangjero, Leran dan Bendo.

“Keterlabatan dalam pencairan dana, rata-rata pada keterlambatan penetapan APBdesnya. karena dasar pengajuan di A satu, harus ada perdes APBdes dan perdes BLT-DDnya. Batas maksimal pencairan dana akhir Maret ini, sudah harus cair semua,” jelasnya.

Sholeh mengatakan komponen anggaran desa di Kecamatan Sluke tahun anggaran 2021, sebesar Rp. 22 milyar lebih. Komponen itu meliputi;  ADD, Dana Bagi Hasil Pajak, Retribusi, DD, Pemkab dan Pemprov.  Ada kenaikan nggaran lebih dari tahun kemarin yang hanya Rp. 19 miliar.

Ia berharap anggaran dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Penggunaannya juga harus sesuai dengan aturan yang berlaku biar tidak ada permasalahan dengan hukum dikemudian hari. (Sutrisno)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *