“Ngalap Barokah”, Pengunjung Berubut Air Jamasan Bende Becak

Daerah399 Views

Rembang, Indonesianews.co.id

Momen tahunan yang mengakar sebagai budaya warisan tradisional dan masih dilestarikan warga Desa Bonang Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang hingga saat ini adalah penjamasan Bende Becak.

Bende Becak merupakan pusaka leluhur peninggalan dari seorang waliyuallah Kanjeng Sunan Bonang (Raden Makdhum Ibrahim).

Kali ini, penjamasan Bende Becak digelar bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, Rabu, 27 Mei 2026 yang dihadiri oleh ratusan warga. Acara sakral tahunan itu, tak hanya dihadiri oleh warga lokal, namun pengunjung banyak juga yang datang dari luar daerah.

Seperti biasa, usai melaksanakan Sholat Idhul Adha, warga setempat dan pengunjung memadati tempat penyelenggaran penjamasan Bende Becak. Meski harus menunggu lama, hingga prosesi penjamasan selesai, namun pengunjung masih tampak antusias mengikuti penjamasan ini hingga usai.

Setelah pembacaan do’a, juru kunci Atmad Lutfil Hakim perlahan mulai membuka bungkusan (muri) yang berisi pusaka Bende Becak, sembari sesekali menunjukkannya kepada pengunjung.

Kemudian perlahan bende becak dibersihkan ke dalam becana yang berisi air dan beberapa gentong besar yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Sontak saja, usai penjamasan pusaka Bende Becak, pengunjung berebut mengambil air jamasan menggunakan botol platik bekas air mineral dan menggunakan wadah yang lainnya.

Menurut Ahmad Lutfil Hakim bahwa pengunjung yang datang dan mengambil air jamasan itu untuk “Ngalap Barokah”. Dia meyakini karena Bende Becak merupakan pusaka peninggalan seorang waliyullah Sunan Bonang ada barokahnya sendiri.

“Saya yakin itu, banyak pengunjung berbondong – bondong yang datang, jauh – jauh dari Malang dari Bekasi, kalau tidak ada niat ngalap barokah tidak akan datang ke tempat ini,” pungkasnya.

(Trisno Aji).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *