Pasca Pemilu 2024, Institut STIAMI gelar Konferensi Internasional Kepemimpinan Global

Nasional145 Views

Jakarta, indonesianews.co.id – Institut Ilmu Sosial Dan Manajemen STIAMI (Institut STIAMI) menyelenggarakan International Conference Institut STIAMI (IC STIAMI) bertemakan “Agile Leadership in Global and Local Perspectives.” pada Sabtu, 17 Februari 2024 secara hybrid di aula Institut STIAMI Kampus Pusat Jakarta.

Acara tersebut diikuti oleh lebih dari 700 peserta yang berasal dari kalangan akademisi, profesional, praktisi bisnis, birokrat dan juga mahasiswa. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Dr. Euis Komalawati, S.Sos., M.Si selaku Plt. Rektor Institut STIAMI, Dr. Hartono, SE., MM selaku Wakil Rektor II, Dr. Diana Prihadini, S.Sos., MA. selaku Wakil Rektor III, Dwi Agustina, SIP., M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), Irfan Setiawan, S. AB., MA selaku Direktur Vokasi, Dedy Kusna Utama, S.Sos., M.Si selaku Direktur Kerjasama, Marketing dan Kemahasiswaan dan 4 pembicara dari luar negeri, yaitu, Prof. Myrna Batino mewakili ASIA dan ASEAN, Technological University of the Philippines, – Dr. Kathleen Brown mewakili USA-International NGO, Maryland, – Dr. Charles Magwari Omboto mewakili AFRIKA, International NGO, Nairobi, Kenya, dan Dr. Yudhi Ariadi mewakili School of Engineering, University Warwick.

International Conferece tersebut diselenggarakan Pasca Pemilu 2024 kemarin, dengan tujuan memberikan pandangan dan gagasan tentang pentingnya peran pemimpin dalam menghadapi cepatnya perubahan yang terjadi dan dibutuhkannya peran pemimpin dalam menghadapi permasalahan tersebut khususnya di Negara Indonesia.

Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Plt. Rektor Institut STIAMI dalam sambutannya pada International Conference secara hybrid kemarin.

“Saat ini dibutuhkan pemimpin yang cepat, tangkas, dan adaptif untuk menjawab berbagai permasalahan seperti disrupsi teknologi, gejolak ekonomi global, dan perubahan iklim.

Untuk mampu mengimbangi, bahkan unggul, diperlukan kehadiran pemimpin yang agile dan adaptif di tengah kuatnya arus perubahan lingkungan.

Perguruan tinggi mempunyai peran yang besar, dalam menghasilkan sumber daya manusia yang mempunyai kompetensi dan mampu bersaing baik di tingkat nasional maupun international,” ujar Plt. Rektor Institut STIAMI Dr. Euis Komalawati, S.Sos., M.Si dalam sambutannya saat acara International Conference Institut STIAMI. berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia per Februari 2022 mencatat tingkat pengangguran Indonesia sebesar 5,83% dari total penduduk usia kerja sebanyak 208,54 juta orang.

Dari jumlah pengangguran tersebut, 14% berasal dari program Diploma dan Sarjana (S1). Salah satu faktor yang menyebabkan banyaknya pengangguran terdidik adalah kesempatan kerja yang mengalami pertumbuhan lebih lambat dibandingkan lulusan pendidikan tinggi.

Selain itu, masih kurangnya kompetensi kepemimpinan agility bagi lulusan perguruan tinggi yang terdiri dari unsur-unsur berikut, yaitu: agility setting konteks, agility pemangku kepentingan, agility kreatif, dan agility self-leadership. Bisa dikatakan keempat faktor tersebut merupakan aspek yang dituntut untuk ‘agile’ dan ‘adaptif’ dalam menghadapi perubahan yang begitu cepat di era disruptif. dengan berdasarkan data tersebut, institusi pendidikan dirasa memiliki peran yang sangat penting dalam menghadirkan pemimpin yang mumpuni dalam menghadapi perubahan yang begitu cepat yang saat ini sangat dibutuhkan.

bahwa pemimpin mempunyai arti dan peranan yang sangat penting karena merekalah yang menggerakkan organisasi. Oleh karena itu, mutlak diperlukan pemimpin yang cakap. Terlebih lagi, dunia terus berkembang dan berinovasi di berbagai bidang,” ujar Dr. Euis Komalawati dalam mengahiri sambutannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *