by

Serbuan Vaksin Digenjot, Kejar Target Seratus Persen Di Penghujung Tahun 2021

-Daerah-36 views

Rembang, Indonesianews.co.id

Serbuan vaksin menyasar hingga ke level RT/RW menyasar masyarakat umum maupun lansia gencar dilakukan jajaran UPT Puskesmas Kecamatan Sluke Kabupaten Rembang.
Langkah ini untuk mendongkrak target PPKM level I di penghujung akhir November dan target seratus persen di akhir tahun 2021.

Pantauan dilapangan menunjukkan, tampak antusias sejumlah masyarakat umum, lansia dan pelajar cukup tinggi mengikuti vaksinasi yang terus digenjot dibeberapa tempat.
Bahkan tak jarang petugas menyasar ke level bawah briefing mengajak warga agar mengikuti vaksin.

Sementara itu jajaran Forkopincam, Aparat TNI / Polri bersama stakeholder gencar dan mengintensifkan operasi yustisi untuk memutus penyebaran Covid-19.

Kepala UPT Puskesmas Sluke dr. Mike disela-sela kegiatan Vaksin di Desa Sanetan (24/11/2021) lalu mengatakan progres vaksinasi di Kecamatan Sluke untuk masyarakat umum mencapai 64,6 persen. Target kita sekitar 23.659 sasaran.
“Kalo yang umum kita di 64,6% , kalo yang lansia di 53,47%”, kata dr. Mikke disela-sela kegiatan vaksinasi di Desa Sanetan.

“Harapannya, kita kejar target, kita upayakan Karena ini target bersama Kabupaten Rembang bisa sampai ke level kesatu akhir November ini dan sampai akhir Desember. bisa 100%,” tambahnya.

Jadi, selama ini strategi kita untuk bisa mencapai target itu, kita sudah sampai di pelayanan di tingkat RT /RW bila di temukan ataupun kita sudah jalankan.

Ia mengungkapkan kalau untuk pelajar sudah tersasar vaksin semua untuk dosis satu. Masyarakat ini, kalau sudah berusia 65 keatas memang agak sulit. Jadi perlu menyampaikan kepada mereka bagaimana manfaat vaksinasi. jadi kita datang ke setiap wilayah di Sluke supaya target vaksinasi bisa tercapai.

“Strategi yang saya lakukan itu pelayanan yang sampai di titik-titik spot RT atau RW. Kalo tidak datang sesuai titik spot itu kita kunjungi kerumah.

Harapannya, masyarakat bisa lebih paham terkait dengan tujuan vaksinasi dan ke depan terkait dengan salah anggapan itu bisa cepat berakhir, agar penduduk bisa aktivitas kembali,” (Trisno/Rbg).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed