by

Sosialisasi, Menuwai Kritik Warga

-Daerah-133 views

Rembang, Indonesianews.co.id

Sosialisasi Filling Station Elpiji PT. Heksa Enerji Mitra Niaga di Balai Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke Kabupaten Rembang Selasa (19/10/2021) menuai kritik warga.
Pasalnya warga menilai pihak perusahaan lambat mengadakan sosialisasi, yang mestinya dilakukan ditahap perencanaan.

Ironisnya, pihak perusahaan menggelar sosialisasi ke masyarakat baru dilaksanakan setelah perusahaan pensuplai gas elpiji di wilayah Jateng dan Jawa Timur itu akan segera beroperasi.

Kepala Desa Sendangmulyo Asmuni menyampaikan sebelumnya pihak perusahaan pernah mengadakan sosialisasi di Rembang.

Asmuni mengaku, setelah sosialisasi itu, meminta kepada pihak perusahaan untuk segera melakukan sosialisasi ditingkat desa.

Namun, karena adanya dampak pandemi Covid-19 kegiatan sosialisasi tertunda dan baru bisa dilaksanakan kali ini.

Saat ini proyek, sudah berjalan hampir berjalan 90%, sejauh ini memang belum ada sosialisasi ditingkat desa sehingga masyarakat banyak yang mempertanyakan terkait keberadaan perusahaan tersebut.

Kami lihat dalam proses pembangunan beberapa warga juga dilibatkan dalam proses pekerjaan.
Namun, untuk perekrutan tenaga kerja warga yang mempunyai skill dan memenuhi persyaratan atau kriteria perusahaan bisa mengoptimalkan warga Desa Sendangmulyo, tandasnya.

Paling tidak dengan adanya perusahaan ini bisa mengurangi pengangguran.

Kapolsek Sluke AKP Sunandar juga menyampaikan bahwa dengan berdirinya perusahaan akan membawa dampak 3 hal yaitu dampak ekonomi, budaya dan keamanan.
Dampak segi ekonomi akan mengangkat derajat dimana badan usaha itu didirikan.

Sebagai contoh berputarnya nilai uang karena dengan adanya mobilitas di suatu tempat akan membutuhkan makan, tempat tinggal, sehingga akan ada perputaran keuangan.
Sementara itu, dari segi budaya, banyaknya orang yang datang dari berbagai wilayah, berkumpul dan beraktivitas memiliki tabiat yang berbeda-beda. Ini akan mempengaruhi masyarakat setempat.
Sedangkan dari segi keamanan, terganggunya keamanan secara umum, sehingga perlu diantisipasi.

Pembangunan stasiun pengisian elpiji ini saat ini, sudah berjalan selama 4-5 bulan.

Berkat kedewasaan masyarakat, belum ada pelanggaran yang dilakukan warga masyarakat Desa Sendangmulyo pada khususnya dan masyarakat di Kecamatan Sluke pada umumnya, tandasnya.

Acara yang melibatkan berbagai unsur yakni perangkat, lembaga, tokoh masyarakat, karang Taruna dan pejabat terkait itu diwarnai kritik dan masukan pada sesi tanya-jawab.

Wakil Ketua LPMD Sutrisno SE, mengusulkan agar kebijakan terkait perekrutan tenaga kerja, dana CSR (Coorporate Social Responsibility), dan kompensasi lainnya agar dituangkan ke dalam Mou antara Pemdes dengan pihak perusahaan.

“Mou itu penting untuk memberikan perlindungan dan kepastian yang berkekuatan hukum, terkait hak-hak yang akan diterima Pemdes dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh pihak perusahaan,” tandasnya.

lebih jauh ia juga mempertanyakan terkait Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) dan juga terkait Amdal Lalin, karena mobilitas kendaraan di jalur sepanjang jalur pelabuhan sebagai jalur transportasi nasional cukup padat.

Sementara itu Gunaseh SE, menyayangkan pelaksanaan sosialisasi yang mestinya dilakukan diawal sebelum pembangunan.
lebih dari itu, Sekretaris Partai Demokrat dan anggota DPRD Kabupaten Rembang ini, juga mempertegas terkait pengelolaan UKL-UPL.

“Mestinya dalam sosialisasi awal di Rembang itu menghadirkan warga yang faham betul kondisi desa, sehingga bisa memberikan informasi dan masukan untuk mendukung penyusunan amdal sesuai kondisi riil,” tandasnya.

Arif perwakilan pihak manajemen perusahaan mengatakan keterlambatan sosialisasi itu akibat dampak Pandemi covid-19 sehingga sosialisasi tidak memungkinkan untuk dilakukan.
Terkait masukan dan usulan yang disampaikan masyarakat melalui kegiatan ini, Arif belum bisa memberikan keputusan. Namun ia akan menyampaikan masukan dan usulan kepada pimpinan perusahaan.

“Atas nama perusahaan kami meminta maaf atas keterlambatan sosialisasi ini. kami belum bisa memutuskan tetapi kami akan menyampaikannya kepada pimpinan terkait masukan dan usulan masyakat,” tandas Arif mewakili pihak manajemen. (Trisno/Rbg).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed