LSP Menprindo dan IBI Kesatuan Bogor Sukses Melakukan Sertifikasi Kepada 58 Mahasiswa, Siap Menjadi Pencipta Peluang Di Era Ekonomi Digital

Pendidikan12 Views

Bogor, Indonesianews.co.id

Semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa kembali mendapat penguatan melalui penyelenggaraan Pelatihan dan Sertifikasi Bidang Kewirausahaan yang dilaksanakan di IBI Kesatuan Bogor pada 20–21 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperdalam kompetensi kewirausahaan sekaligus memperoleh pengakuan kompetensi melalui sertifikasi profesi.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua LSP Menprindo, Ir. Gabelas Makmur Girsang, MM, CMA, CEAP, CMT, Manajer Sertifikasi LSP Menprindo, Risky R. Pinardi, SS, MM, CEAP, CDM, serta Kepala Program Studi Sarjana Biokewirausahaan, Sulistiono, S.E., M.M., CSM

Dalam sambutannya, Sulistiono, S.E., M.M., CSM menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga memiliki keberanian dan kemampuan untuk membangun usaha secara mandiri. Menurutnya, perkembangan ekonomi yang semakin dinamis menuntut generasi muda untuk mampu melihat tantangan sebagai peluang yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan usaha yang produktif.

Pelatihan dan sertifikasi ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai proses pelaksanaan kewirausahaan, mulai dari identifikasi peluang usaha, penyusunan strategi bisnis, pengelolaan sumber daya, hingga pengembangan usaha yang berkelanjutan. Melalui pendekatan berbasis kompetensi, peserta tidak hanya memperoleh wawasan teoritis, tetapi juga mendapatkan gambaran nyata mengenai tantangan yang akan dihadapi dalam menjalankan sebuah usaha.

Ketua LSP Menprindo, Ir. Gabelas Makmur Girsang, MM, CMA, dalam sesi pemaparannya menekankan bahwa kewirausahaan bukan sekadar aktivitas ekonomi, melainkan sebuah pola pikir yang harus dimiliki oleh generasi muda. Ia menjelaskan bahwa kemampuan membaca peluang, mengambil keputusan secara tepat, dan beradaptasi terhadap perubahan merupakan kompetensi yang sangat dibutuhkan dalam dunia usaha maupun dunia kerja.

“Di masa depan, mereka yang mampu menciptakan nilai tambah melalui inovasi akan menjadi motor penggerak ekonomi. Karena itu, mahasiswa perlu membangun mentalitas kewirausahaan sejak sekarang agar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga menjadi pencipta lapangan pekerjaan yang memberikan dampak bagi lingkungan sekitarnya,” ungkapnya.

Suasana pelatihan berlangsung dinamis dengan berbagai diskusi mengenai peluang usaha yang berkembang di tengah transformasi digital. Para peserta menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap berbagai model bisnis yang dapat dijalankan oleh generasi muda dengan memanfaatkan teknologi, kreativitas, dan jaringan kolaborasi yang semakin terbuka luas.

Sementara itu, Risky R. Pinardi, SS, MM menjelaskan bahwa sertifikasi profesi memberikan nilai tambah yang penting bagi mahasiswa karena menjadi bukti objektif atas kompetensi yang dimiliki. Menurutnya, pengakuan kompetensi yang diperoleh melalui sertifikasi dapat meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa ketika memasuki dunia profesional maupun saat membangun usaha secara mandiri.

Antusiasme peserta selama mengikuti pelatihan dan asesmen menunjukkan bahwa kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya kompetensi kewirausahaan semakin meningkat. Banyak peserta yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperdalam pemahaman tentang pengelolaan usaha dan strategi menghadapi persaingan bisnis yang semakin kompetitif.

Melalui kegiatan ini, IBI Kesatuan Bogor bersama LSP Menprindo berharap dapat melahirkan generasi muda yang memiliki karakter inovatif, tangguh, dan berorientasi pada solusi. Dengan bekal kompetensi kewirausahaan yang terukur dan diakui, para mahasiswa diharapkan mampu mengambil peran aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan usaha-usaha baru yang produktif dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *