Ribuan Massa Menggelar Aksi Tumpah Tebu Di Depan PG GMM 

Daerah39 Views

Blora, Indonesianews.co.id

Ribuan peserta menggelar aksi tumpah tebu di depan Pabrik Gula PT. Gendhis Multi Manis Todanan Senin (1/6/2026).

Peserta aksi yang berasal dari warga petani mahasiswa aktivis hingga tokoh masyarakat naik ke atas panggung untuk menyuarakan pendapat Meraka.

Aksi ini tidak hanya menjadi sarana penyampaian tuntunan petani tebu, tetapi juga berkembang menjadi ruang dialog publik yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Terdapat sejumlah point penting dalam penyampaian pendapat itu beragam isupun mencuat seputar tingginya biaya produksi pertanian, mahalnya harga pupuk, ketidakpastian harga jual tebu, hingga kondisi kesejahteraan petani yang masih jauh dari harapan.

Koordinator aksi, Exy Wijaya mengatakan bebas sengaja dibuatkan agar masyarakat dapat berbicara secara langsung tanpa dibatasi latar belakang dan status sosial.

” Kami ingin memberikan ruang yang sama bagi semua pihak untuk menyampaikan suara mereka. Petani harus didengar karena merekalah yang merasakan lansung dampak berbagai kebijakan dilapangan,” ujarnya disela kegiatan.

Dia menilai aksi tersebut bukan sekedar penyampaian keluhan tetapi merupakan upaya menghadirkan fakta – fakta yang dialami sehari – hari para petani.

Para mahasiswa menyampaikan pandangan kritis mengenai tata niaga gula nasional dan perlunya kebijakan yang lebih berpihak kepada petani kecil.

“Masyarakat bisa belajar menyampaikan pendapat secara terbuka dan tertib. Ini menunjukkan bahwa aspirasi dapat disuarakan tanpa harus mengedepankan tindakan yang merugikan pihak lain,” katanya.

Sementara sejumlah tokoh masyarakat menyampaikan pentingnya menjaga ketahanan pangan nasional melalui peningkatan kesejahteraan petani.

Dimana sektor pertanian merupakan fondasi penting dalam pembangunan daerah maupun nasional.

Selama aksi berlangsung suasana terpantau kondusif. Massa menyampaikan aspirasi secara bergantian sambil membawa berbagai simbul perjuangan petani.

Disamping itu massa juga membawa tumpukan tebu ke lokasi sebagai representasi kerja keras masyarakat pedesaan. (Trisno Aji).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *