Sempat Diblokir, Jalan Dukuh Tajen Dibuka Kembali Setelah Desa Janjikan Penyiraman Air

Daerah76 views

Rembang, Indonesianes.co.id

Jalan yang sempat diblokir di ruas jalan Dukuhan Tajen, Desa pamotan Kecamatan Pamotan Kabupaten Rembang akhirnya dibuka kembali oleh masyarakat setelah mencapai kesepakatan dengan pihak pemerintahan desa setempat.

sehari sebelumnya warga masyarakat dukuhan tajen memblokir jalan tersebut karena rusak berat dan timbul debu pekat karena dilewati ratusan truk pengangkut hasil tambang utamanya batu fosfat dari wilayah timur Dukuhan Tajen desa Pamotan Kecamatan pamotan Kabupaten Rembang.

Warga dan berbagai Pihak melakukan Musyawarah di Balai Desa Pamotan dengan dihadiri oleh Forkopimcam membahas keluhan atas rusaknya jalan serta polusi debu yang mengganggu aktivitas warga sekitar.

Masyarakat yang sebelumnya memasang Banner untuk memblokade jalan akibat Buntut dari kekesalan warga terhadap kerusakan jalan serta polusi debu yang disebabkan oleh lalu lalang kendaraan pengangkut hasil tambang setelah melalui musyawarah serta perdebatan yang alot, akhirnya mencapai kata sepakat dan jalan yang diblokir tersebut kembali dibuka.

Ridho, salah satu warga setempat mengatakan pemblokiran jalan Dukuhan Tajen adalah sebagai protes masyarakat kepada pemerintah Desa agar jalan aspal yang sudah rusak parah puluhan tahun itu bisa diperbaiki secepatnya.

“Dalam pertemuan antara warga dan pemerintah Desa, disepakati jalan kembali dibuka dengan syarat ruas jalan yang rusak segera diperbaiki, sementara itu jika belum ada kesepakatan dengan pihak penambang, armada truck dump pengangkut hasil tambang dilarang melintas untuk sementara waktu,” terang Ridho

Sementara itu Kepala Desa Pamotan Aang masykur Rukani mengatakan terkait masalah uang portal yang di permasalahkan oleh warga atas kegunaannya, sudah tercatat jelas dalam pembukuan, sedangkan penarikannya tertuang dalam Perdes.

“Namun perdes yang kita gunakan tahun 2017, sehingga jika kita gunakan untuk pembangunan jalan itupun tidak mungkin, karena pasti nanti malah akan ada yang namanya Doble anggaran, paling ya kita gunakan untuk tambal sulam saja,” kata Aang

“Untuk pembangunan jalan memang sudah diajukan bantuan keuangan Propinsi, sehingga untuk menanggapi keluhan para warga atas polusi debu, sementara kita gunakan truck tangki desa untuk penyiraman jalan, serta nantinya kita panggil seluruh pengusaha tambang untuk duduk bersama dalam forum dan kita bahas bagaimana nanti kontribusinya untuk Pemerintahan Desa,” pungkasnya. (AhmdT/Trisno).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *