by

Pengamat Kebijakan Publik Desak Evaluasi Komisi Informasi

Jakarta, Indonesianews.co.id 

Komisi Informasi menjadi salah satu lembaga sampiran negara yang menurut beberapa kalangan mendesak untuk dievaluasi agar mampu menjalankan tugasnya mendorong pengelolaan lembaga publik yang bersih, transparan dan akuntabel sesuai cita-cita demokrasi. Hal tersebut disampaikan dua pengamat dan praktisi kebijakan publik senior dalam kegiatan Bincang Media untuk Keterbukaan Infomasi, Rabu (23/11).
Sejak undang-undang keterbukaan informasi dimunculkan, publik memiliki harapan besar akan berkembangnya keterbukaan informasi badan-badan publik. Hadirnya Komisi Informasi yang merupakan bagian dari undang-undang tersebut merupakan upaya percepatan konsolidasi demokrasi di Indonesia. Dengan badan-badan publik yang lebih terbuka dan akuntabel, harapan percepatan demokratisasi menjadi lebih tinggi dengan partisipasi publik.
Namun harapan publik tersebut menjadi terlihat berat bila melihat stagnasi indeks keterbukaan informasi dan indeks demokrasi saat ini. Peran dan optimalisasi Komisi Informasi menjadi pertanyaan banyak pihak karena dianggap kurang informatif dan komunikatif.
Beberapa ketidakoptimalan kinerja Komisi Informasi diantaranya tak lepas dari isu kurang harmonisnya hubungan antar beberapa komisioner yang memiliki kepentingan, pemanfaatan fasilitas kedinasan Lembaga, hingga soal etika kunjungan kedinasan yang berpotensi memiliki konflik kepentingan. Belum lagi isu jabatan ganda yang beberapa waktu lalu juga sempat menjadi perbincangan beberapa khalayak. Hal tersebut tentu dapat mengganggu integritas Komisi Informasi dalam mengawal keterbukaan informasi badan-badan publik agar lebih transparan dalam mengembangkan kebijakan publik untuk dapat memperkuat indeks demokrasi Indonesia menjadi lebih baik.
Menurut pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio peran Komisi Informasi Pusat (KIP) hingga saat ini belum dirasakan oleh publik dan kinerja KIP nyaris tak terdengar publik. Kalaupun ada terlihat tidak menyatu,” tutur aktivis senior tersebut.
Hal tersebut terjadi, lanjutnya, diakibatkan para komisioner KIP kerap tidak satu kata secara internal dalam berperan memajukan iklim informasi publik yang terpercaya. Di media sosial ataupun media arus utama juga KIP nyaris tak terdengar dan memang sering tertinggal dalam mengurus isu-isu publik yang sedang ramai diperbincangkan.
Alih-alih fokus mengawal keterbukaan informasi badan publik, kurang harmonisnya hubungan antar komisioner justru berpotensi mengabaikan tujuan mengawal transparansi informasi dan kredibilitas badan publik. Terlebih Ketika persoalan kurang harmonisnya tersebut lebih kepada persoalan ambisi mempertanyakan kredibilitas satu dengan yang lain, saling memberikan sentimen negatif pada masing-masing posisi, dan kinerja kedinasannya.
Dalam posisi pemberitaan maupun keaktifan di media sosial, Komisi Informasi terlihat kurang komunikatif dan informatif berinteraksi menghadapi dinamika berbagai isu penting dan strategis bangsa saat ini. Nyaris sepanjang Mei hingga Juli 2022, komunikasi yang dilakukan KIP konsisten berada di ada di posisi bawah di antara sesama lembaga sampiran negara (state auxiliaryagencies).
Pengamat Kebijakan Agus Pambagio menilai sejauh ini KIP masih terbatas sebagai terminal pencari pekerjaan dan belum dapat menjadi acuan publik agar dapat menjadi lembaga yang terpercaya dan dapat mengubah kebijakan yang diterapkan.
Dalam kesempatan yang sama Freddy H Tulung, praktisi komunikasi publik yang mantan Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo menilai, indeks keterbukaan informasi tidak mengalami kemajuan yang signifikan dan indeks demokrasi pun masih terbilang mengalami stagnansi.
“Wajar rasanya bila publik kemudian mempertanyakan kembali relevansi UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik maupun kerja KIP terhadap pertumbuhan demokrasi di Indonesia saat ini,” lanjutnya.
Keterlambatan pengumuman Indeks Keterbukaan Informasi Publik (IKIP) menjadi contoh sederhana kelambanan kerja KIP. Hingga saat ini, KIP belum mengumumkan IKIP tahun 2022. Laman KIP pun terakhir kali melaporkan IKIP tahun 2021.
Laporan IKIP tahun 2021 pun tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang menjabarkan hasil penilaian pada seluruh badan public. Dalam IKIP 2021 yang ditampilkan di dalam laman hanyalah kata sambutan dan risalah hasil pemeriksaan.
Keterlambatan KIP dalam menjalankan tugasnya tentu mendegradasi semangat besar keterbukaan informasi publik yang seharusnya banyak melibatkan partisipasi publik itu sendiri dan mendorong peningkatan akuntabilitas badan publik.
Baik Agus dan Freddy sepakat saat ini terjadi kemunduran terhadap partisipasi kebijakan publik, terutama di kalangan anak muda, sehingga suara yang menentukan kebijakan publik justru dikuasai kalangan pemerintah, birokrat, dan politikus.
Keduanya mengingatkan pentingnya menjaga marwah KIP sebagai sebuah lembaga yang independent. KIP harus mampu menjaga integritas dan kredibilitas termasuk keteguhan sikap komisioner yang harusnya lebih sensitif dalam melakukan pertemuan dengan badan-badan publik, terutama bila bersinggungan dengan saat-saat penilaiannya terhadap keterbukaan informasi dari badan public tersebut.
“Tugasnya yang kerap beririsan dengan penilaian transparansi badan publik harusnya mereka cermati secara lebih hajti-hati dengan menghindari bentuk-bentuk pertemuan yang syarat dengan kepentingan badan publik yang dinilanya,” tutur Agus.
Freddy mengingatkan KIP harus memiliki kehati-hatian seperti yang dilakukan lembaga independen lainnya. Untuk itu sebaiknya dibutuhkan keberanian dan keterbukaan KIP untuk menghadirkan fungsi pengawasan yang dapat membantu menjaga integritas kelembagaan.

Narasumber:
Bobby Adithyo Rizaldi (Komisi 1 DPR)
Agus Pambagio (Pengamat Kebijakan Publik)
Freddy H Tulung (Praktisi Komunikasi & Kebijaksanaan

Selamat sore rekan2 media, perkenalkan saya Donny Yoesgiantoro Ketua KIP. Mohon maaf saya sedikit terlambat merespon WA teman2 karena memang ada tugas kedinasan di luar kota yg lumayan padat. Mudah2an pandangan saya ini bermanfaat utk rekan2:

1.Terkait potensi penyimpangan dan konflik kepentingan.
Kepercayaan dan integritas itu adalah amanah publik yang diberikan kepada kami. Mandat yang diberikan kepada kami melalui wakil rakyat. Insya Allah, kami akan jaga amanah tsb dgn baik. Kami akan terbuka pada setiap masukan dan kritik yang disampaikan kepada kami. Saya rasa masukan tsb paling tidak dpt menjadi bahan evaluasi ke depan utk lebih hati-hati lagi dlm melakukan kerja-kerja strategis kami dan menjaga diri serta kelembagaan dari berbagai kepentingan. Integritas dan kredibilitas itu kunci penting KIP dlm mengawal keterbukaan informasi dan demokrasi.

2.Terkait isu kurang harmonisnya internal komisioner.
Perbedaan pandangan itu kan hal yang biasa. Itu bagian dinamika demokrasi dan berorganisasi. Mungkin yang perlu menjadi perhatian kami di KIP adalah bagaimana agar perbedaan tsb tdk mengganggu kinerja lembaga. Harus ada etika, saling menghormati, dan fokus, karena ada harapan publik di situ. Tentu perlu semangat yg sama dari tiap komisioner utk bekerja sama lebih baik lagi membangun transparansi badan publik lewat partisipasi publik.

3.Terkait perlunya fungsi pengawasan.
Hal ini juga tentu menjadi masukan bagi kami. Nanti kami akan coba diskusikan secara internal seperti apa format terbaiknya. Kami juga harus melihat mekanisme nya lebih lanjut agar fungsi pengawasan ini bermanfaat dlm menjaga kinerja kami bekerja lebih baik. Pembentukan Dewan Pengawas atau Dewan etik juga rasanya perlu dukungan eksternal. Saya pribadi terbuka dgn aspirasi tersebut karena pada dasarnya fungsi pengawasan dilakukan utk mendukung kinerja KIP lebih baik dlm menjalankan amanah undang-undang dan amanah publik. Bagaimanapun kita wajib menjaga integritas dan kredibilitas lembaga dgn baik.

4.KIP kurang informatif dan komunikatif.
Seperti tadi saya sampaikan, kami terbuka terhadap berbagai masukan. Toh, kritik tsb positif utk memperbaiki KIP ke depan agar menjadi lebih baik. Banyak isu strategis yg rasanya publik mengharapkan keberadaan KIP di sana. KIP mungkin harus lebih proaktif melakukan komunikasi melalui berbagai platform media. Ini masukan bagus utk kami agar ke depan publik lebih memiliki awareness terkait tugas dan wewenang KIP dalam mengawal keterbukaan informasi dan mendorong partisipasi aktif publik.

Sekali lagi terima kasih atas atensi rekan2 media. Mudah2an pasca kegiatan kedinasan nanti kita bisa ngopi bareng ya. Salam sehat utk semua 🙏
Donny Yoesgiantoro
Ketua KIP
+62816-985-172

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *