Wabub: Pembangunan Di Daerah Jangan Terpaku Fisik Saja, SDM Juga Perlu Diperiotaskan

Daerah106 Views

Rembang, Indonesianews.co.id

Wakil Bupati Rembang Mochammad Hanies CHolil Barro’ mengajak dan meminta, sekaligus mewanti-wanti kepada pak camat dan para kepala desa untuk memanfaatkan Musyawarah Rencana Pembangunan Kecamatan Sluke Dalam Rangka Menyusun Rencana Kerja Daerah Tahun 2023 dengan sebaik-baiknya.

Hal itu disampaikan Wabub mengawali sambutannya diacara Musrembangcam di Pendopo Kecamatan Sluke Selasa (1/3/2022).

“Terutama sekali, saya ingin prioritas yang panjenengan buat nanti, mulai mengutamakan program-program pembangunan SDM.
Meskipun jalan-jalan di daerah kita, nyatanya tampak mulai rusak akibat padatnya mobilitas dan curah hujan tinggi, pembangunan di daerah tidak boleh hanya terpaku pada pembangunan fisik infrastruktur saja,” tandasnya.

Pembangunan jalan dan jembatan memang penting, tetapi pembangunan “jalan dan jembatan” untuk masa depan, dengan menyiapkan SDM unggul, harus kita lakukan dari sekarang.

Saat ini, jumlah penduduk Rembang per Desember 2021 kemarin, sebanyak 646 ribu jiwa. Mayoritas mereka berada pada usia produktif, 15-64 tahun.

2045 mendatang, kita akan memiliki generasi usia produktif yang makin melimpah, seiring adanya bonus demografi.
Generasi ini lah yang akan menjadi modal kita untuk bisa berdaya saing. Banyak daerah yang terbatas sumber daya alamnya, namun maju di berbagai bidang, karena SDM-nya berkualitas. Untuk itu, hal ini harus kita persiapkan dari sekarang.

“Bagaimana caranya? Saya ingin gizi anak diperhatikan dan diberikan seimbang, sejak dalam kandungan dan di tahap awal pertumbuhan. Ini karena angka kematian ibu dan bayi, termasuk stunting di Kabupaten Rembang masih tinggi.
Untuk itu, Pak Camat dan para kepala desa, saya minta untuk aktif berkoordinasi dengan PKK sebagai penggerak Posyandu yang menjadi ujung tombak kesehatan ibu dan anak. Perkuat peran PKK dan Posyandu, alokasikan tambahan gizi untuk ibu dan balita.
Saya juga ingin, penyiapan SDM lewat jalur pendidikan terus dimantapkan. Saya mohon sisir lagi anak-anak putus sekolah di daerah panjenengan. Jika perlu, bikin satuan tugas untuk hal ini. Kita sudah canangkan Rembang Gaspol 12 agar anak-anak kita mengenyam pendidikan 12 tahun, berpendidikan minimal SMA.
Selebihnya, untuk pendidikan tinggi, program darmasiswa akan terus kita kuatkan,” tandasnya.

Wabub mengajak agar di Sluke ini, sekuat tenaga menjaga iklim investasi di daerah. Karena banyak investasi di daerah ini.

Menjaga iklim investasi ini penting, karena pertumbuhan ekonomi kita sempat terkontraksi akibat pandemi, meskipun sekarang mulai tumbuh pelan-pelan.

Stagnasi perekonomian nyatanya mengganggu penerimaan pajak negara. Dana transfer ke daerah pun menjadi terganggu. Padahal kita membutuhkan kucuran dana dari Pusat untuk pembangunan. Dalam kondisi seperti ini lah, maka swasta dan investasi, menjadi penting.

“Saya optimis, melalui Musrenbangcam ini, prioritas-prioritas tadi, akan bisa kita ditentukan secara selaras dan baik. Ujungnya, kita bisa menyejahterakan masyarakat kita dan bisa mencapai Rembang Gemilang 2026,” tekatnya.

Wabub mengingatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menyikapi peningkatan intensitas curah hujan dalam sepekan terakhir. Beberapa daerah yang punya catatan kejadian longsor seperti Sanetan dan Bendo, agar selalu siaga. Begitupun kawan-kawan nelayan, waspada cuaca buruk. Jangan memaksa melaut, bila cuaca kurang bersahabat.(Trisno/Rbg).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *